JARINGAN TULANG RAWAN DAN TULANG

Bertujuan untuk memahami jenis, benuk dan struktur tulang, baik tulang rawan maupun tulang sejati. Memahami konsep tentang tulang rawan, tulang dan sendi.

Alat yang digunakan mikroskop, pensil berwarna, penggaris, dan alat tulis.

Bahannya ada kartilago elastik, kartilago fibrosa, kartilago hyalin, tulang kompakta tranversal, dan tulang kompakta longitudinal.

Sketsa Kartilago Fibrosa, dengan pewarnaan pada preparat asli hemaktosilin eosin

Keterangan:

1.       Serat kolagen
2.       Matriks
3.       Kapsula
4.       Lakuna
5.       Sel kondrosit
6.       Nukleus
7.       Deret kondrosit

Sketsa Kartilago Elastik, dengan pewarnaan pada preparat asli fuchsin

Keterangan:

1.       Perikondium
2.       Serat elastik
3.       Sel kondrosit dewasa
4.       Sel kondrosit muda
5.       Nukleus
6.       Matrik

Tulang rawan elastis terdapat di aurikula telinga, dinding meatus auditiva eksterna, tuba auditiva(eustachii), epiglotis, dan kartilago cuneiform dalam laring.

Fibrokartilago

Memiliki ciri khas da antara yang ada pada jarinagan ikat padat dan tulang rawan hialin. Ia ditemukan padda diskus intervertebra, pada perlekatan ligmen tertentu pada permukaan tulang rawan dari tulang, dan pada simfisis pubis.

Diskus intervertebra

Setiap diskus intervertebra terletak di antara 2 vertebra dan terikat padanya oleh ligamen. Diskus ini terdiri atas dua komponen: anulus fibrosus dari tulang rawan dan nukleus pulposus cair.

Herniasi diskus intervertebrata

Ruptur dari anulus fibrosus, yang paling sering terjadi pada daerah posterior, yang memiliki lebih sedikit berkas kolagen, berakibat keluarnya nukleus pulposus cair, seiring dengan menggepengnya discus.

Seketsa Kartilago Hyalin, dengan pewarnaan pada preparat asli hemaktosilin eosin

Keterangan:

1.       Perikondrium
2.       Sel kondrosit muda
3.       Sel kondrosit muda
4.       Lakuna
5.       Nukleus
6.       Kapsula
7.       Matrik teritorial
8.       Matrik interteritorial
Tulang rawan hialin adalah jenis yang paling umum dan paling banyak diteliti dari ketiga jenis yang ada. Tulang rawan hialain segar berwarna putih kebiruan dan translusen. Pada embrio ia berfungsi sebagai kerangka sementara hingga secara berangsur-angsur diganti oleh tulang.
Matriks

Empat puluh persen berat kering tulang rawan hialin terdiri atas kolagen yang terpendam dalam subbtansi intersel amorf.

Perikondrium

Kecuali pada tulang rawan sendi, semua tulang rawan hialin ditutupi oleh selapis jaringan ikat padat. Lapisan ini kaya akan serat kolagen tipe I dan banyak mengandung  fibroblas.

Kondrosit

Pada tepian tulang rawan hialin, kondrosit muda berbentuk lonjong, dengan sumbu panjang paralel terhadap permukaan.

Histofisiologi

Karena tulang rawan tidak memiliki kapiler darah, maka kondrosit “bernapas” dengan tegangan oksigen yang rendah.

Histogenesis

Tulang rawan berkembang dari mesenkim. Modifikasi pertama yang tampak ialah membulatnya sel-sel mesenkim, yang menarik kembali juluran-julurannya, membelah dengan cepat, dan mengelompok.

Regenerasi

Kecuali pada anak-anak, tulang rawan yang cendera sulit berdegenerasi dan acapkali tidak sempurna. Pada orang dewasa, regenerasi terjadi karena aktivitas perikondriumnya. Bila tulang rawan patah, kondroblas dari perikondrium menyerbu ke daerah tersebut dan membentuk tulang rawan baru.

Sketsa Tulang Kompakta(Diafisis fibia)(Transversal), dengan pewarnaan pada preparat asli anilin biru

Penjelasan:

Sketsa Tulang Kompakta(Tranfersal)

Keterangan:

1.       Lakuna
2.       Kanalikuli radier
3.       Sel osteoisit
4.       Nukleus
5.       Lamela tulang
6.       Kanalis havers
7.       Kanalis voklman
8.       Garis semen

Sketsa Tulang Kompakta(Longitudinal)

Keterangan:

1.       Kanalikuli voklman
2.       Kanalikuli havers
3.       Garis semen
4.       Lamela
5.       Sel kondrosit
6.       Nukleus
7.       Kanalikuli radier
8.       Lakuna

Matriks tulang

Materi anorganik merupakan lebih kurang 50% berat kering matriks tulang. Kalsium dan fosfor  sangat banyak, namun bikarbonat, sitrat, magnesium, kalsium, dan natrium juga ada.

KEPUSTAKAAN

Junquira, L. Carlos: Histologi Dasar Edisi ke-8.Jakarta: EGC, 1997

Semoga bermanfaat, Salam Khayasar!.

One thought on “JARINGAN TULANG RAWAN DAN TULANG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s