Preparat Darah

Rearee(1992), menyatakan bahwa darah adalah jaringan cair yang terdiri dari bagian darah intraseluler adalah cairan yang disebut plasma dan didalamnya terdapat unsur-unsur padat yaitu sel darah, yang terdiri atas eritrosit, leukosit, dan trombosit. Sel darah merah berupa cakram kecil bikonkaf, cekung, dan kedua sisinya dalam setiap mm3 darah terdapat 5 juta sel darah. Warna eritrosit kuning tua pucat tetapi dalam jumlah besar kelihatan merah dan memberi warna pada darah. Kaya akan Hb suatu protein dasar yang memberi warna merah padanya. Leukosit dalam darah manusia normalnya berjumlah rata-rata 5000-9000 sel tiap mm3. Tetapi pada anak-anak jumlahnya lebih tinggi dua golongan utama leukosit yaitu yang granuler yaitu basofil, neutrofil, dan eosinofil. Dan terdapat dua jenis leukosit agranuler yaitu monosit dan limfosit. Jumlah Hb dalam darah normal ialah 100ml dari jumlah ini biasa disebut 100%.

Budiyono(1998), menyatakan bahwa didalam darah terdapat lima jenis sel darah putih yaitu: Neutrofil, eosinofil, basofil, monosit dan limfosit. Neutrofil, eosinofil, dan basofil memiliki granula-granula. Sel darah putih yang dibentuk didalam sum-sum tulang dan sebagian pada jaringan limfe. Bahan yang digunakan untuk membuat sel darah putih adalah vitamin dan asam amino. Sesudah dibentuk sel-sel tersebut ditransport kebagian-bagian tubuh. Secara umum manfaat sel darah putih adalah untuk membantu mempertahankan tubuh terhadap infeksi. Sel darah putih jumlahnya kira-kira 6000-8000 per mm3 darah. Disebut leukosit atau sel darah putih karena tidak mempunyai pigmen (zat warna). Pada keadaan tidak normal sel darah putih bisa berkurang disebut leukopenia dan bisa bertambah banyak disebut leukimia.

Winatasasmita(1996), menyatakan bahwa pada darah terdapat persenyawaan yang berperan dalam pembekuan darah. Untuk pembekuan darah perlu adanya pengubahan fibrinogen yang ada dalam plasma menjadi fibrin. Untuk ini diperlukan enzim yaitu trombin. Didalam darah tidak ada trombin tapi terdapat protombin yang harus diubah menjadi trombin. Perubahan protombin menjadi trombin bila terjadi luka. Dengan adanya luka trombosit pecah karena menyentuh permukaan yang kasar,dan mengeluarkan enzim yang disebut tromboplastin atau trombokinase. Tromboplastin dikeluarkan oleh jaringan yang luka. Dengan Ca++, tromboplastin akan mengubah protombin menjadi trombin. Fibrin membentuk jaringan berupa benang-benang kusut yang menangkap sel-sel darah sehingga terjadi penggumpalan.

Murray(2000), said that blood is composed of plasma and various cell some plasma protein are described in chapter 5 gram. Here, we discuss major biochemical features of red blood cells and of one class of white blood cells (leucocytes), namely neutrophiles. White bloods cells are concidered three groups those are granulocytes, monocytes and lymphocytes. The granulocytes also known as polymorphonuclear leucocytes (PMNS) because of their multilobed nuclei.

Starr(2008), said that leucocytes or white blood cells, make up acting factim of whole blood. Leucocytes function in house keeping and defense, some scavenge dead or warnout cells or materials indentified as foreign to the body. Other target or destroy disease agents such as bacteria or viruses. Must go to work after teh squeele out of blood vessels an enter tissue. Red blood cells are the most common type of blood cells and the vertebrate organism’s principal means of deliveryng oxygen (O2) to the body tissues via the blood flow through the circulatory system. The take up oxygen in the lungs or gills and release it while squeezing through the body’s capilaries.

 

ALAT dan BAHAN   :

ALAT:

  1. Blood lancet/ jarum franke(disterilkan) 5 buah.
  2. Gelas objek 14 buah.
  3. Gelas penutup 7 buah.
  4. Pipet 2 buah.
  5. Mikroskop 1 buah.
  6. Cawan petri 5 buah.
  7. Beaker glass 1 buah.
  8. Nampan 1 buah.
  9. Alat  tulis  lengkap.

 

BAHAN:

  1. Darah manusia secukupnya.
  2. Alkohol 70% secukupnya.
  3. Methyl alkohol secukupnya.
  4. Pewarnaan Giemsa 3% secukupnya.
  5. Aquades(yang telah didihkan) secukupnya.
  6. Kapas bersih secukupnya.

Gambar 1:

  1. Preparat apus darah

    Spesies: Homo sapiens (Manusia)

    Keterangan:

    1. Eritrosit(sel darah merah)
    2. Sitoplasma
    3. Leukosit(sel darah putih)

     

     

    Gambar 2:

    Preparat apus darah

    Spesies: Homo sapiens(Manusia)

    Keterangan:

    1. Eritrosit(sel darah merah)
    2. Sitoplasma
    3. Leukosit(sel darah putih)

     

     

    Darah adalah jaringan cair yang terdiri dari dua komponen yaitu plasma darah dan sel-sel darah. Plasma darah(darah dalam bentuk cair) adalah cairan darah berbentuk butiran-butiran darah. Didalamnya terkandung benang-benang fibrin yang dibentuk oleh protein darah(fibrinogen) yang berguna menutup luka pada saat terluka. Plasma darah berwarna kuning jernih, jumlah dalam tubuh sekitar 55%. Sedangkan komponen darah yang kedua adalah sel-sel darah (benda darah) yang terdiri dari eritrosit, leuokosit dan trombosit.

    Eritrosit(sel darah merah) berbentuk bulat pipih bikonkaf, tidak berinti dan terdapat haemoglobin. Tempat pembentukannya didalam sum-sum tulang pipih. Rata-rata jumlah normal eritrosit adalah 5 juta/mm3, untuk laki-laki kurang lebih 5,4 juta/mm3 dan untuk perempuan kurang lebih 4,8 juta/mm3. Leukosit(sel darah putih) bentuknya tidak tetap, tidak berwarna, namun memiliki inti. Tempat pembentukannya didalam sum-sum tulang pipih, limpa dan kelenjar getah bening. Rata-rata jumlah normal leukosit 8000/mm3. Leukosit dibedakan menjadi dua macam yaitu agranuler(limfosit dan monosit) dan granuler (neutrofil, eosinofil dan basofil). Trombosit(keping darah) berbentuk tidak teratur, tidak berwarna dan tidak memiliki inti. Berfungsi untuk pembekuan darah. Rata-rata jumlah normal trombosit adalah 250.000/mm3.

    Fungsi darah antara lain: alat pengangkut air dan diedarkan keseluruh tubuh, alat pengangkut O2, alat pengangkut sari-sari makanan, alat pengangkut hasil oksidasi melalui alat ekskresi, menjaga suhu tubuh, menjaga terjadinya infeksi dengan sel darah putih, menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh. Sifat-sifat leukosit antara lain: Amoeboid(bergerak seperti amoeba), kemotaksis(kemampuan untuk bergerak menuju luka/inflamasi), fagositosis(kemampuan untuk memakan bakteri hidup yang masuk ke peredaran darah), Diapedesis(kemampuan untuk menembus dinding kapiler menuju ke cairan jaringan tubuh).

    Dalam pengamatan dibawah mikroskop tentang preparat apus darah pada latihan ini terdapat sel darah yang nampak yaitu adanya sel darah merah(erytrosit), sel darah putih(leukosit) dan sitoplasma sesuai dengan gambar morfologinya diatas. Pada praktikum latihan ini menggunakan beberapa larutan, diantaranya Alkohol 70% yang berfungsi untuk mensterilkan jari-jari tangan ketika akan diambil darahnya sebagai sampel pembuatan preparat darah, methyl alkohol berfungsi untuk fiksasi ketika melakukan apus darah dan larutan Giemsa 3% untuk melakukan pewarnaan ketika apus darah warnanya tidak jelas untuk diamati dibawah mikroskop. Saat pengambilan darah, pada tetesan pertama dan kedua dibuang terlebih dahulu dengan alasan agar darah tidak terkontaminasi dengan alkohol waktu jari-jari tangan dibersihkan, dan pada tetesan ketiga darah dianggap sudah steril dan baru bisa diambil untuk diamati bagian-bagian dan morfologinya.

    Dalam praktikum ini dikatakan berhasil karena preparat atau sediaan yang dibuat dapat diamati dengan jelas bagian-bagian dan morfologi selnya dibawah mikroskop. Keberhasilan itu dapat terjadi karena dalam melakukan apus darah ketipisannya sudah sesuai, ketilitian. Dalam fiksasi juga sudah cukup yaitu sebanyak 3 kali fiksasi dengan menggunakan methyl alkohol. Pewarnaan menggunakan larutan Giemsa 3% juga sudah dilakukan sehingga lebih mudah dan jelas dalam melakukan pengamatan. Lamanya waktu pewarnaan juga sudah sesuai dengan ketentuan yaitu selama 30-40menit. Dilakukan pencucian juga dengan aquades pada preparat yang diamati, namun perlu ditekankan bahwa pencucian harus hati-hati dengan tujuan agar apus darah tidak terkelupas dari object glass sehingga bagian-bagian dan morfologi dari darah dapat diamati dengan jelas  dibawah mikroskop.

    DAFTAR PUSTAKA

    Budiyono. 1998. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium.    Jakarta: EGC.

    Murray, Robert. 2000. Harper’s Biochemistry. Ontorio: Professor of Biochemistry University of Toronto.

    Rearee, Evelyn. 1992. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: Erlangga.

    Starr, Cecie. 2008. Human Biology Seventh Edition. California: Thomson Higher Education.

    Winatasasmita, Djamhur. 1996. Fisiologi Hewan. Jakarta: PT. Karunika.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s