Preparat Rentang

Anonim (2002), menyatakan bahwa dalam membuat preparat jaringan hewan awetan permanen maupun sementara dapat menggunakan beberapa metode di antaranya dengan menggunakan metode rentang (spread). Metode rentang (spread) adalah suatu metode sediaan dengan cara merentangkan suatu jaringan pada gelas benda sedemikian rupa sehingga dapat diamati di bawah mikroskop. Pada umumnya jaringan-jaringan yang dapat dibuat preparat rentang adalah jaringan-jaringan yang tipis, misalnya pleura, mesenterium, peritoneum, plarachnoidea, pericardium,dll.

Rudiyatmi (2004), menyatakan bahwa Jaringan-jaringan tipis seperti pericardium dapat langsung diamati di bawah mikroskop tanpa pewarnaan dan juga tanpa fiksasi lebih dulu. Tetapi pembuatan sediaan rentang dengan cara tersebut tentu saja tidak tahan lama, karena jaringan tidak difiksasi lebih dulu. Untuk membuat sediaan rentang yang dapat tahan lama dan dapat diamati sewaktu-waktu, maka sediaan tersebut harus difiksasi terlebih dahulu sebelum diwarnai.

Lasantha (2008), said that The main purpose of fixation is to provide a specific treatment against the elements-parliamentary networking, particularly the cell nucleus, so it can be preserved in conditions that are somewhat close to their original state. In addition, fixation also prevents the occurrence of tissue damage or destruction by microorganisms caused by enzymes contained in the network itself, known as autolysis. In other words, the fixation of aims: Turning off (stopping metabolic processes) so that the network quickly the situation a little more close to its original state, prevent autolysis, Raising the staining because of the harsh ingredients that are components of a liquid fixative.

Handari (1983), menyatakan bahwa Zat warna yang dapat digunakan dalam membuat preparat ini antara lain hematoxilin, eosin, dan methylen blue. Pewarna hematoxilin dengan pelarut aquades sangat baik digunakan untuk mewarnai inti yang akan berwarna biru. Pewarna eosin dengan pelarut alcohol 70% sangat baik untuk mewarnai sitoplasma dengan warna merah, sedangkan methylen blue digunakan pada preparat sementara dengan cara meneteskan langsung ke jaringan kemudian diamati di bawah mikroskop yang mana methylen blue akan mewarnai butir-butir pada “mast cell” yang mewarnai dengan warna biru. Metode rentang juga dapat digunakan ntuk tujuan sitologi dan histology serta juga dapat digunakan untuk tujuan sitokimiawi seperti penelitian phosphatase dan hyaluroidase.

Jonathan (2002), said that Mast cell” is a cell which was first recognized by Ehrlich in 1879 because it is seen as a large cell filled with beads. Shape is usually ovoid cells with round nuclei in the middle. Usually the core is hard to see because of the points covered by the cover meets the cell. Grains in the cytoplasm are known to contain ingredients such as heparin, histamine, and various enzymes are known to be associated with allergic symptoms anafilaksi. “Mast cell” or mastosit probably derived from blood cells called basophils cells that also have items. “Mast cell” found in thin tissues such as mesentery can be observed with a range of methods.

ALAT:

  1. Bak Parafin 1 buah
  2. Seperangkat alat bedah lengkap
  3. Petridis 6 buah
  4. Nampan 1 buah
  5. Objeck glass 6 buah
  6. Deck glass 6 buah
  7. Jarum secukupnya
  8. Pipet 6 buah
  9. Mikroskop 1 buah
  10. Alat tulis lengkap

 

BAHAN:

  1. Subkutis(jaringan ikat atau jaringan lemak), mesenterium, pericardium dll dari mencit (Mus musculus)
  2. Methyl alkohol 3% secukupnya
  3. Alkohol(Absolut, 96%, 90%, 80%, 70%) secukupnya
  4. Eosin secukupnya
  5. Toluol secukupnya

 

CARA KERJA

Adapun cara kerjanya adalah sebagai berikut:

  1. Mengambil jaringan segar yang digunakan dengan menggunakan benda tajam seperti jarum preparat, pisau skalpel atau pisau runcing.
  2. Merentangkan sayatan jaringan segar pada objek glass kering(tanpa diberi apapun, baik garam fisiologik atau fiktatif).
  3. Memfiksasi menggunakan methyl alkohol 3% selama 1-3menit.
  4. Melanjutkan dengan langkah berikut:

Alkohol absolut…………………. 1-3menit

Alkohol 96%……………………… 1-3menit

Alkohol 90%……………………… 1-3menit

Alkohol 80%……………………… 1-3menit

Alkohol 70%……………………… 1-3menit

Eosin……………………………….. 1-3menit

Alkohol 70%……………………… 1-3menit

Alkohol 80%……………………… 1-3menit

Alkohol 90%……………………… 1-3menit

Alkohol 96%……………………… 1-3menit

Alkohol Absolut…………………. 1-3 menit

Toluol………………………………. 1-3menit

Xylol………………………………… 1-3menit

  1. Menutup preparat menggunakan deck glass
  2. Mengamati dibawah mikroskop dan memberi kesimpulan

 

HASIL dan PEMBAHASAN

HASIL:

Gambar 1.

Preparat rentang

Spesies: Mus musculus (mencit)

  1. Bagian penggantung testis (mesenterium)
  2. Berbentuk jaringan ikat padat tak beraturan

 

Gambar 2.

Preparat rentang

Spesies: Mus musculus (mencit)

Keterangan:

  1. Bagian dibawah kulit (sub kutis)
  2. Berbentuk jaringan ikat longgar

 

PEMBAHASAN

Metode rentang (spread) adalah suatu metode sediaan dengan cara merentangkan suatu jaringan pada gelas benda sedemikian rupa sehingga dapat diamati di bawah mikroskop. Pada umumnya jaringan-jaringan yang dapat dibuat preparat rentang adalah jaringan-jaringan yang tipis, misalnya pleura, mesenterium, peritoneum, plarachnoidea, pericardium,dll.  Jaringan tipis seperti pericardium dapat langsung diamati di bawah mikroskop tanpa pewarnaan dan juga tanpa fiksasi lebih dulu. Tetapi pembuatan sediaan rentang dengan cara tersebut tentu saja tidak tahan lama, karena jaringan tidak difiksasi lebih dulu. Untuk membuat sediaan rentang yang dapat tahan lama dan dapat diamati sewaktu-waktu, maka sediaan tersebut harus difiksasi terlebih dahulu sebelum diwarnai.

Zat warna yang dapat digunakan dalam membuat preparat ini antara lain hematoxilin, eosin, dan methylen blue. Pewarna hematoxilin dengan pelarut aquades sangat baik digunakan untuk mewarnai inti yang akan berwarna biru. Pewarna eosin dengan pelarut alcohol 70% sangat baik untuk mewarnai sitoplasma dengan warna merah, sedangkan methylen blue digunakan pada preparat sementara dengan cara meneteskan langsung ke jaringan kemudian diamati di bawah mikroskop yang mana methylen blue akan mewarnai butir-butir pada “mast cell” yang mewarnai dengan warna biru. Metode rentang juga dapat digunakan untuk tujuan sitologi dan histology serta juga dapat digunakan untuk tujuan sitokimiawi seperti penelitian phosphatase dan hyaluroidase.

Larutan yang digunakan untuk melakukan fiksasi pada percobaan ini antara lain: Methyl Alkohol 3%, Alkohol Absolut, Alkohol 96%, Alkohol 90%, Alkohol 80%, Alkohol 70%, Eosin, dan kembali di fiksasi lagi menggunakan larutan yang sama namun konsentrasi berkebalikan dari rendah ke tinggi yaitu Alkohol 70%, Alkohol 80%, Alkohol 90%, Alkohol 96%, Alkohol Absolut, Toluol, dan Xylol dengan masing-masing waktu 1-3 menit saat melakukan fiksasi dengan larutan tersebut diatas.

Sampel yang digunakan pada praktikum ini adalah salah satu hewan vertebrata yaitu mencit (Mus musculus). Bagian abdomen dibedah secara vertikal dari bawah ke atas. Kemudian pada jaringan yang akan di amati diambil secukupnya, lalu direntangkan setipis mungkin pada object glass.

Dari hasil pengamatan di bawah mikroskop tentang preparat rentang dengan menggunakan sampel dari mencit (Mus musculus) ditemukan adanya jaringan ikat padat tak beraturan pada bagian penggantung testis (mesenterium) dan jaringan ikat longgar pada bagian bawah kulit (sub kutis).

Dalam praktikum ini dikatakan berhasil karena preparat atau sediaan rentang dari mencit (Mus musculus) yang dibuat dapat diamati dengan jelas morfologi bagian sel-sel nya seperti pada bagian penggantung testis (mesenterium) ditemukan jaringan ikat padat tak beraturan dan pada bagian bawah kulit (sub kutis) ditemukan adanya jaringan ikat longgar. Keberhasilan itu dapat terjadi karena dalam melakukan metode rentang sudah sesuai,  yaitu dengan cara merentangkan suatu jaringan dari salah satu bagian pada mencit (Mus musculus) sedemikian rupa(setipis mungkin) sehingga dapat diamati dibawah mikroskop dengan jelas bagian morfologinya. Oleh karena itu untuk pengamatan ini yang berpengaruh penting adalah teknik pada saat merentangkan jaringan pada object glass. Semakin tipis jaringan yang direntangkan, maka semakin nampak jelas bagian morfologi dan yang akan diamati dibawah mikroskop.

 

KESIMPULAN

  1. Metode rentang adalah suatu metode sediaan dengan cara merentangkan suatu jaringan pada gelas benda sehingga dapat diamati di bawah mikroskop.
  2. Sampel yang digunakan pada praktikum ini adalah salah satu hewan vertebrata yaitu mencit (Mus musculus).
  3. Ditemukan adanya jaringan ikat padat tak beraturan pada bagian penggantung testis (mesenterium).
  4. Ditemukan adanya jaringan ikat longgar pada bagian bawah kulit (sub kutis).
  5. Larutan yang digunakan untuk melakukan fiksasi pada percobaan ini antara lain: Methyl Alkohol 3%, Alkohol Absolut, Alkohol 96%,
  6. Alkohol 90%, Alkohol 80%, Alkohol 70%, Eosin, Toluol, dan Xylol
  7. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan fiksasi rata-rata 1-3 menit.
  8. Semakin tipis jaringan yang direntangkan, maka semakin nampak jelas bagian morfologi dan yang akan diamati dibawah mikroskop.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2002. Mikroteknik.    Jakarta: Erlangga.

Handari, Suntoro. 1983. Metode Pewarnaan. Jakarta: Bhatara Karya Aksara.

Jonathan, Charles. 2002. Histology. London: Hall Inc.

Lasantha. 2008. Spreading Preparation.New York : Marcel Dekker,Inc.

Rudyatmi,Eli. 2004. Bahan Ajar Mikroteknik. Semarang: Jurusan Biologi FMIPA UNNES.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s