MIKROMETRI

Saas (1958), menyatakan bahwa mikrometer merupakan kaca berskala dan dikenal 2 jenis mikrometer yaitu mikrometer okuler dan mikrometer objektif. Mikrometer okuler dipasang padalensa okuler mikroskop, sedangkan mikrometer objektif berbentuk slide yangditempatkan pada meja preparat mikroskop. Jarak antar garis skala padamikrometer okuler tergantung pada perbesaran lensa objektif yang digunakanyang menentukan lapang pandang mikroskop. Jarak ini dapat ditentukan dengan mengkalibrasi antara mikrometer okuler dan objektif. Mikrometer objektif memiliki skala yang telah diketahui, menjadi tolak ukur untuk menentukan ukuranskala mikrometer okuler 1 skala mikrometer objektif = 0,01 mm / 10 µm.

Wheeler (1993), menyatakan bahwa pengamatan dan pengenalan mikroorganisme seringkali memerlukan ukuran mikroorganisme. Pengukuran dapat dikerjakan dengan menggunakan mikrometer okuler yang telah dikalibrasi. Mikrometer okuler diletakkan di bawah lensa okuler serta gambaran ukuran dapat dilihat saat diamati pada lensa okuler mikroskop. Mikrometer okuler dapat dibesarkan oleh signifikasi dari ukuran mikroskop dan mikrometer, sehingga perlu dilakukan kalibrasi dan didapatkan suatu skala yang sama yang akan dimanfaatkan sebagai standarisasi. Bentuk serta ukuran dari suatu mikroorganisme banyak sekali digunakan dalam identifikasi dan klasifikasi sel-sel mikroorganisme.

Pelezar (1986), menyatakan bahwa dimensi sel dinyatakan dalam ukuran mikrometer (µm) yang merupakansatuan pengukuran dan besarnya 1/1000 mm. Berbagai organisme mempunyaiukuran yang beragam mulai kurang dari 1 µm sampai dengan beberapa µm.Pengukuran yang tepat sel mikroorganisme dapat dilakukan dengan penyisipansuatu mikrometer okuler pada lensa okuler mikroskop yang digunakan untuk mengamati sel tersebut. Mikrometer okuler pada umumnya merupakan suat piringan kaca bundar yang pada salah satu permukaannya terukir skala pengukuran, sebelum dilakukan pengukuran maka mikrometer okuler ini terlebihdahulu dikalibrasi terhadap mikrometer objektif, sehingga diperoleh ukuran yang pasti.

Thomas (2000), said that stage micrometers designed for applications employing transmitted-light microscopes consist of a standard-sized microscope slide (1 x 3 inches) having a scale of defined length attached directly to the surface, or preferably, sandwiched beneath a cover glass of known thickness. Micrometers commonly have a graduated scale either one or two millimeters in length, subdivided into units that are one-tenth millimeter in length (100 micrometer units). Each 100 micrometer unit is further subdivided into ten equal sections, resulting in the smallest graduation representing ten micrometers.

Volk (2000), said that measuring with the Ocular Micrometer – A stage micrometer and an ocular micrometer are necessary. A stage micrometer should be ruled in tenths and one-hundredths of a millimeter. It does not matter what the spacing in the ocular micrometer may be, except that the lines must be at equal distances from one another. As a matter of fact, the ocular micrometer is generally ruled in tenths of a millimeter, but this ruling is more or less magnified by the lens.

 

TUJUAN       : Mengukur panjang atau lebar sel atau bagian sel.

ALAT dan BAHAN:

  1. ALAT:
Mikroskop  

1 buah

Okuler Mikrometer 1 buah
Object Mikrometer 1 buah
Alat Tulis Lengkap 1 set
  1. BAHAN:
 Preparat sel darah (apus darah) 1 buah

CARA KERJA

Adapun cara kerjanya adalah sebagai berikut:

  1. PERSIAPAN:

Menyiapkan mikroskop dengan memberi okuler mikrometer pada okulernya. Juga mempersiapkan objek mikrometer serta preparat (apus darah) yang akan diukur.

  1. MENCARI NILAI SKALA OKULER MIKROMETER:
  2. Menempelkan mata diatas lensa okuler, melihat apakah bayangan skala-skala okuler mikrometer sudah jelas. Pada okuler tertentu, lensa atas okuler dapat distel sedemikian rupa, hingga bayangan skala-skala tersebut jelas.
  3. Menempatkan objek mikrometer dibawah objektif, mencari bayangan yang jelas dari skala-skala objek mikrometer tersebut, bersama-sama dengan bayangan skala-skala okuler mikrometer.
  4. Membuat kedua bayangan skala tersebut sejajar dengan memutar okuler dalam tabungnya. Meletakkan titik-titik 0 dari kedua skala sama tinggi dengan menggerakkan objek mikrometer.
  5. Mencari bayangan garis skala kedua mikrometer tersebut yang berimpit(sama tinggi). Menghitung jumlah bagian skala pada masing-masing mikrometer, perhitungan dimulai dari titik 0 sampai garis skala yang berimpit tadi.
  6. Jarak sesungguhnya antara 2 garis skala objek mikrometer diketahui (tertulis pada objek mikrometer), jadi dapat menghitung nilai skala okuler mikrometer . Diketahui nilai 1 skala objek mikrometer =10µm.
  7. MENGUKUR PANJANG/ LEBAR SEL ATAU BAGIAN SEL:
  8. Mengambil objek mikrometer, mengganti dengan preparat. Mencari bayangan preparat. Kombinasi objektif, okuler serta panjang tubus sama dengan waktu mencari nilai skala okuler mikrometer.
  9. Menampilkan bayangan skala okuler mikrometer pada skala itu sesuai dengan arah panjang/ lebar sel atau bagian sel yang akan diukur. Mengalikan jumlah bagian skala dengan nilai skala(panjang/lebar yang dicari).
  10. MENGUKUR PANJANG/ LEBAR SEL ATAU BAGIAN SEL DENGAN PERANGKAT OPTILAB.
  11. Merangkai perangkat optilab, mikroskop,PC (komputer/notebook) dengan baik dan siap untuk dipakai.
  12. Membuka program optilab viewer pada PC, mengambil citra objek yang diinginkan, pada toolbar: pilihan, ambil citra, pilih resolusi.
  13. Setelah muncul laman baru pengambilan citra, pada toolbar: edit, edit dengan ImageRaster.
  14. Setelah muncul laman baru optilab ImageRaster, proses mikrometri dapat dimulai:

1)    Cek scale offset pada horizontal dan vertikal pada angka ”0”(skala otomatis x10µ, pada pojok kanan atas).

2)    Cek objective(lensa objektif pada mikroskop) pilih perbesaran lensa yang sesuai antara program Optilab ImageRaster dan mikroskop yang digunakan.

3)    Klik Ruler dan Text Enabled, untuk memunculkan garis skala mikrometri.

4)    Cek Line Width (tebal/besar garis skala yang ingin dipakai) dan warna garis skala yang ingin dipakai).

  1. Mengukur objek citra yang telah diambil dengan mengarahkan kursor ke objek, klik kursor pada panjang/ lebar objek lalu tarik berdasarkan panjang/ lebar objek yang diinginkan.
  2. Setelah proses mikrometri selesai akan nampak garis skala dan berapa ukuran objek.
  3. Menyimpan citra optilab yang sudah melalui proses mikrometri dengan optilab ImageRaster, pada toolbar: file, save, pilih local disk/ folder yang diinginkan, beri nama file(file name), save as format JPEG, dan klik save.

 

HASIL dan PEMBAHASAN

  1. HASIL

 

Gambar 1.

Preparat                           : Apus Darah Manusia

Ukuran panjang/lebar sel: 6,79µm.

Keterangan:

  1. Eritrosit (sel darah merah)
  2. Nukleus
  3. Sitoplasma
  4. Leukosit(sel darah putih), panjangnya= 6,79µm

Gambar 2.

Preparat                            : Apus Darah Manusia

Ukuran panjang/ lebar sel : 7,39 µm.

Keterangan:

  1. Eritrosit (sel darah merah)
  2. Nukleus
  3. Sitoplasma
  4. Leukosit(sel darah putih), panjangnya= 7,39µm

Gambar 3.

Preparat                            : Apus Darah Manusia

Ukuran panjang/ lebar sel : 7,11 µm.

Keterangan:

  1. Eritrosit (sel darah merah), panjangnya=7,11 µm
  2. Nukleus
  3. Leukosit (sel darah putih)
  4. Sitoplasma
  1. PEMBAHASAN

Mikrometer merupakan kaca berskala dan dikenal dengan dua jenis mikrometer yaitu mikrometer okuler dan mikrometer objektif. Mikrometer okuler dipasang pada lensa okuler mikroskop, sedangkan mikrometer objektif berbentuk slide yang ditempatkan pada meja preparat mikroskop. Jarak antar garis skala pada mikrometer okuler tergantung pada perbesaran lensa objektif yang digunakan untuk menentukan lapang pandang mikroskop. Jarak ini dapat ditentukan dengan mengkalibrasi antara mikrometer okuler dan objektif. Mikrometer objektif memiliki skala yang telah diketahui, menjadi tolak ukur untuk menentukan ukuran skala mikrometer okuler. 1 skala mikrometer objektif = 0,01 mm / 10 µm.

Dari hasil pengamatan dibawah mikroskop menggunakan perbesaran 40X ditemukan adanya beberapa sel yaitu sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit) dengan ukuran yang berbeda-beda. Ukuran leukosit lebih besar dibandingkan dengan ukuran eritrosit. Diameter leukosit awal 6,79µm dan diameter leukosit kedua yang ditemukan mencapai 7,39µm. Sedangkan diameter eritrosit yang ditemukan saat pengamatan adalah7,11µm. Selain ukuran juga nampak jelas bagian-bagian morfologi dari sel yang ditemukan, antara lain nukleus dan sitoplasma yang terdapat dalam sel darah putih(leukosit).

Dalam praktikum ini dikatakan berhasil karena preparat atau sediaan dari apus darah yang dibuat dapat diamati dengan jelas morfologi dan ukuran dari masing-masing sel tersebut. Keberhasilan itu dapat terjadi karena dalam melakukan apus darah ukuran ketipisannya sudah sesuai. Sehingga untuk pengamatan ini yang berpengaruh penting adalah teknik pada saat melakukan apus darah. Semakin tipis apus darah, maka semakin nampak jelas bagian morfologi dan ukuran sel yang akan diamati dibawah mikroskop.

KESIMPULAN

  1. Mikrometri, yaitu suatu pengukuran yang dapat dikerjakan dengan menggunakan mikrometer okuler yang telah dikalibrasi dengan mikrometer objektif.
  2. Mikrometer terdiri dari mikrometer okuler dan mikrometer objektif.
  3. Sel-sel yang ditemukan pada pengamatan dibawah mikroskop dengan perbesaran 40 X adalah eritrosit dan leukosit.
  4. Ukuran diameter leukosit lebih besar dibanding dengan ukuran diameter eritrosit.
  5. Diameter leukosit awal 6,79µm dan diameter leukosit kedua adalah 7,39µm.
  6. Diameter eritrosit hanya mencapai 7,11µm.
  7. Satu skala mikrometer objektif = 0,01 mm / 10 µm.
  8. Teknik saat melakukan apus darah sangat berpengaruh dalam melakukan pengamatan dibawah mikroskop untuk mengetahui morfologi dan ukuran sel yang akan diamati.
  9. Semakin tipis apus darah, maka semakin nampak jelas bagian morfologi dan ukuran sel yang akan diamati dibawah mikroskop.

DAFTAR PUSTAKA

Pelezar. 1986. Dasar-dasar Mikrobiologi.    Jakarta: Universitas Jakarta.

Saas. 1958. Fotomikroskop. Ontorio: The lowa State College Press.

Thomas. 2000. National High Magnetic Field Laboratory. Tallahassee: The Florida State University.

Volk.2000.Micrometry.http://www.microscopyu.com/articles/formulas/measurements.html (diakses pada Hari Senin Tanggal 25 juni Tahun 2012 pukul 12.02WIB).

Wheeler. 1993. Mikrobiologi Dasar. Jakarta: Erlangga.

 

 

Semoga bermanfaat, Salam Khayasar!.

One thought on “MIKROMETRI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s