Pertumbuhan

Pada tanaman, aktifitas perkembangan yang vital ini banyak yang tumpang tindih. Pertumbuhan apikal (pada ujung akar dan batang) mendahului morfogenesis dan deferensiasi. Tetapi pembesaran  batang terjadi oleh karena pembesaran sel-sel setelah morfogenesis dan deferensiasi berlangsung.

Agar pertumbuhan dapat terjadi, maka laju sintesis molekul yang kompleks dari organism itu seperti protein, harus melebihi laju perombakannya. Ini berarti bahwa harus ada tambahan molekul organik (yaitu asam amino, asam lemak, gliserol dan glukosa) yang diambil oleh organisme itu dari lingkungannya. Beberapa dari bahan ini merupakan bahan baku dalam reaksi anabolisme, dan lainnya akan menyediakan energi ekstra yang diperlukan. Pada organisme fotosintetik, cahaya menyediakan energi untuk anabolisme dan molekul-molekul merupakan bahan baku.

Dengan demikian, pertumbuhan berarti memperolrh lebih banyak bahan dari lingkungan daripada yang dikembalikan kelingkungan tersebut dalam bentuk limbah metabolik. Ini bukannya sekedar suatu proses akumulasi yang sederhana. Asam amino yang kita peroleh dengan makanan daging sapi, di dalam sel kita, tidak dirakit lagi sebagai protein sapi. Tetapi, kita tumbuh dengan mengubah molekul organik yang tidak begitu spesifik yang kita ambil dari lingkungan menjadi bahan sel yang khas bagi kita.

Pertumbuhan pada tumbuhan terjadi terutama pada meristem. Di sini mitosis yang menyediakan sel-sel tambahan yang dibutuhkan.

PUSTAKAAN

Update, Insya’Allah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s