Darah

Darah adalah bentuk unik jaringan ikat yang terutama terdiri atas tiga jenis sel utama: eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), dan trombosit. Sel-sel ini , yaitu unsure berbentuk dari darah, terendam di dalam medium cair yang disebut plasma. Sel darah mengangkat gas, nutrien, produk limbah, hormon, anti bodi, sel, berbagai bahan kimia, ion, dan substansi lain di dalam plasma ke sel-se berbagai jaringan tubuh.

 

Sel Darah

Sel darah dibentuk melalui proses yang disebut hemopiesis. Pada proses ini, semua sel darah berasal dari sel induk hemopoietik pluripotensial. Sel-sel ini berproliferasi, berkenbang dan menjadi berbagia bentuk sel darah matang khusus di dalam sm-sum tulang dan organ limfoid. Hemopiesis terjadi pada berbagia jaringan tubuh, tergantung tahap perkembangan individu itu. Pada embrio, hemopiesis terjadi di dalam kantong kuning telur (yolk sac) dan pada tahap perkembangan lebih lanjut, terjadi di hati, limpa, dan limfo nodus. Setelah lahir, hemopiesis hampir seluruhnya berlangsung di dalam sum-sum merah berbagai tulang. (pada neonatus, semua sum-sum tulang adalah merah). Pada orang dewasa, sum-sum merah ditemukan terutama pada tuang pipih tengkorak, sternum dan iga, vertebrata, dan tulang pelvis. Tulang lainnya secara berangsur menimbun lemak, sumsumnya menjadi kuning dan tak dapat lagi melakukan fungsi hemopiesis.

Pemeriksaan mikroskopik apusan darah menampakkan jenis-jenis sel utama. Eritrosit atau sel darah merah tidak mempunyai inti. Trombosit adalah sisa sitoplasma sel sumsum tulang besar yang disebut megakariosit. Eritrosit dan trombosit melakukan fungsi utamanya di dalam pembuluh darah. Sebaliknya, leukosit atau sel darah putih melakukan fungsi utamanya di luar pembuluh darah. Leukosit bermigrasi ke luar pembuluh darah melalui dinding kapiler dan memasuki jaringan ikat, jaringan limfoid, dan sumsum tulang. Leukosit adalah sel berinti dan dibagi dalam granulosit dan agranulosit, tergantung ada tidaknya granul di dalam sitoplasma. Leukosit terutama berfungsi sebagai system pertahanan terhadap invasi bakteri atau terhadap benda asing di dalam tubuh. Itulah sebabnya kebanyakan leukosit terkonsentrasi dalam jaringan ikat.

 

Trombosit

Trombosit adalah unsure berbentuk paling kecil di dalam darah. Trombosit merupakan keeping-keping sitoplasma megakariosit tidak berinti yang merupakan sel multibular paling besar di dalam sumsum tulang. Trombosit terbentuk dengan pelepasan sebagian atau fragmen dari tepi megakariosit. Fungsi utama trombosit adalah membantu pembekuan darah.

 

Korelasi fungsional- Eritrosit dan Trombosit

Eritrosit matang sangat dikhususkan untuk mengangkut oksigen dan karbondioksida. Kesanggupan mengangkut gas-gas pernapasan tergantung pad hemoglobin protein di dalam eritrosit. Molekul besi pada hemoglobin mengikat molekul oksigen, dan kebanyakan oksigen di dalam darah diangkut ke jaringan dalam bentuk oksihemoglobin. Karbondioksida dari sel-sel dan jaringan dibawa ke paru, sebagian terlarut di dalam darah dan sebagian terikat pada hemoglobin sebagai karbaminohemoglobin.

Selama proses deferensiasi dan maturasi, eritrosit membuat banyak hemoglobin. Sebelum eritrosit dibebaskan ke dalam sirkulasi sistemik, intinya dikeluarkan dari sitoplasma, dan eritrosit matang tampak berbentuk bikonkaf. Bentuk ini menyediakan luas permukaan lebih banyak untuk membawa gas pernapasan. Jadi, erotrosit mamalia matang di dalam sirkulasi adalah cakram bikonkaf tidak berinti yang dikelilingi membran dan mengandung hemoglobin dan beberapa enzim.

Fungsi utama trobosit adalah untuk membantu pembekuan darah. Bila dinding pembuluh darah pecah atau cidera, trombosit melekat pada daerah dinding pembuluh darah yang cidera itu, menjadi aktif dan membebaskan bahan kimia yang mengawali proses pembekuan darah yang sangat rumi. Setelah terbentuk bekuan darah dan pendarahan berhenti, trombosit membantu retraksi bekuan.

 

Eritrosit

Eritrosit adalah sel-sel darah merah yang tidak mempunyai inti, disusun dengan protein pembawa oksigen, dan haemoglobin. Pada kondisi normal, sel-sel ini tidak pernah meninggalkan sistem sirkulasi.

Ciri-ciri eritrosit pada mamalia :

  • Cakram bikonkaf tanpa inti.
  • Bila direndam dalam medium isotonik eritrositnya bergaris tengah 7,5 m m, tebal 2,6 m m pada tepinya, dan 0,8 m m di pusat.
  • Bentuk bikonkaf eritrosit memberikan rasio permukaan volume yang besar, jadi memudahkan pertukaran gas.
  • Konsentrasi normal eritrosit dalam darah kira-kira 3,9 – 5,5 juta / m L pada wanita dan 4,1 – 6 juta / m  L pada pria.
Eritrosit
Eritrosit

Di bagian dalamnya, eritrosit mengandung larutan 3,3 % haemoglobin, yaitu protein pembawa oksigen, yang berperan pada sifat asidofil eritrosit. Selain itu terdapat enzim dari jalur lintas glikolitik dan heksosamonofosfat dari metabolisme glukosa.

Leukosit

Sel-sel darah putih bukan merupakan komponen yang tetap dalam darah, sel-sel darah putih bermigrasi ke jaringan, sel-sel darah putih melakukan berbagai fungsi.

Berdasarkan jenis granula dalam sitoplasma dan bentuk intinya, sel darah putih digolongkan menjadi 2 :

1. Granulosit

Yaitu intinya mempunyai dua atau lebih lobulus.

Yang digolongkan dalam granulosit ialah : Neutrofil, Eosinofil, Basofil.

2. Agranulosit.

Yaitu tidak mempunyai granula dan inti belekuk/bulat.

Yang termasuk dalam kelompok ini : Limfosit, Monosit.

Neutrofil

Sel-selnya merupakan 60 – 70 % dari leukosit yang bersirkulasi.

  • Garis tengahnya 12 – 15 m m.
  • Intinya  terdiri dari 2 – 5 lobus (biasanya 3 lobus)  yang  saling berkaitan  melalui benang kromatin halus.
  • Neutrofil muda (bentuk batang) memiliki inti tanpa segmen dalam bentuk  tapal kuda.
  • Neutrofil dengan lebih dari 5 lobus disebut hipersegmen.
  • Granula yang lebih banyak yaitu granula spesifik.
Neutrofil
Neutrofil

Neutrofil adalah sel berumur pendek dengan waktu paruh dalam darah antara 6 – 7 jam. Setelah itu neutrofil akan mati.

Neutrofil membentuk pertahanan terhadap invasi mikroorganisme, terutama bakteri. Neutrofil merupakan fagosit aktif terhadap partikel kecil dan kadang disebut sebagai mikrofag untuk membedakannya dari mikrofag.

Eosinofil

Eosinofil jauh lebih sedikit dari neutrofil, hanya 2 – 4 % dari leukosit dalam darah normal.

  • Sel bergaris tengah 12 – 15 m m dan mengandung inti khas bilobus.
  • Retikulum endoplasma, komplek golgi, dan mitokondria kurang berkembang.
  • Partikel glikogen banyak.
  • Banyak sekali granula spesifik besar dan refraktik memanjang.
  • Peningkatan jumlah absolut eosinofil dalam darah (cosinofilia) berhubungan dengan reaksi elergi dan infeksi cacing (parasit).

Eosinofil

Basofil

Basofil adalah kurang dari 1 % leukosit darahnya.

  • Bergaris tengah 12 -15 m m dan mempunyai inti yang kurang heterokromatik daripada granulosit lain.
  • Intinya terbagi dalam lobus tak teratur.
  • Ukuran dan bentuk granula lebih tidak teratur.
  • Granula  spesifik  basofil  mengandung  heparin  dan histamin dan sanggup menghasilkan leukotrin yang menyebabkan otot polos menjadi lambat kontraksinya.
  • Basofil dapat melengkapi fangsi sel mast pada reaksi hipersensitif yang cepat dengan bermigrasi ke jaringan ikat.
Basofil
Basofil

Limfosit

Limfosit  terdiri  atas  satu  keluarga  sel-sel  berbentuk  sferis  dengan karakteristik morfologi yang sama.

  • Limfosit mempunyai peranan yang berhubungan dengan reaksi imunitas dalam bertahan terhadap serangan mikroorganisme, makro molekul asing, dan sel-sel kanker.
  • Macam-macam Limfosit :

a. Limfosit kecil

Yang mendominasi darah, kadang berlekuk, kromatinnya padat dan tampak sebagai gumpalan kasar.

b. Limfosit sedang

Terdapat sedikit pada peredaran darah.

c. Limfosit besar

Limfosit (Kecil, Sedang, Besar)
Limfosit (Kecil, Sedang, Besar)

Monosit

Monosit agranulositnya berasal dari sumsum tulang.

  • Berdiameter antara 12 – 20 m m.
  • Intinya lonjong.
  • Inti berbentuk tapal kuda atau berbentuk ginjal.
  • Inti umumnya letaknya eksentris.
  • Kromatinnya  kurang  padat  dan  tersusun  lebih  fibrilar  daripada  dalam Limfosit.
  • Inti monosit berwarna lebih pucat daripada inti Limfosit besar.
  • Monosit  di jumpai  dalam  darah,  sebagai  prekursor  sistem  fagosit mononukleus yang baru di bentuk.
Monosit
Monosit

Trombosit

Trombosit atau keping-keping darah adalah fragmen sel mirip cakram, tidak berinti. Trombosit mempermudah pembekuan darah dan membantu memperbaiki celah dalam dinding pembuluh darah, dan mencegah hilangnya darah.

Fungsi Trombosit :

  1. Agregasi primer.

Ketidaktahuan endotel, diakibatkan besi pada pembuluh darah, diikuti oleh absorbsi protein plasma pada kalogen berdekatan. Dengan segera trombosit mengendap pada jaringan yang rusak yang disebut sumbatan trombosit.

  1. Agregasi skunder.

Trombosit pada sumbatan itu melepaskan isi granula alfa dan granula delta.

  1. Koagulasi darah.

Trombosit menghasilkan sebuah polimer yaitu fibrin yang membentuk jalinan serat tiga dimensi yang menangkap sel-sel merah, leukosit, dan trombosit untuk membentuk suatu bekuan darah atau trombus.

  1. Retraksi bekuan.

Bekuan darah yang tadinya menonjol ke dalam lumen pembuluh darah berkerut karena adanya interaksi aktin, miosis dan ATP.

  1. Pembuangan bekuan.

Dilindungi oleh bekuan, dinding pembuluh di pulihkan oleh pembentukan jaringan baru.

HEMATOPHOESIS

Sel induk adalah sel pluripoten yang dapat membagi secara terus menerus dan yang anak selnya membentuk tipe sel yang khusus, berdifferensiai secara ireversibel. Sel ini berperan dalam hematopoiesis. Analisis hematopolesis ini dapat secara invivo dan invitro. Sel induk pluripotein ini merupakan sel-sel yang dapat menghasilkan semua tipe sel darah. Sedangkan sel induk multipoten yaitu sel-sel berploriferasi dari satu turunan sel yang akan menjadi Limfosit (sel-sel limpoid) dan turunan yang lain akan membentuk sel-sel mieioid yang berkembang di dalam sumsum tulang (granuiosit, monosit, eritrosit dan megakariosit).

Sel-sel progenitar unit atau bipotensial menghasilkan sel prekursor di dalam mana karakteristik morfologi berdiferensiasi. Hematopolesis tergantung pada adanya kondisi lingkungan mikro yang sesuai dan faktor pertumbuhan. Faktor pertumbuhan digunakan secara klinis pada beberapa penderita untuk meningkatkan selularitas sumsum dan hitung sel darah.

Sumsum tulang adalah salah satu organ-organ besar tubuh dan tempat utama hematopolesis pada kondisi normal, produksi sel-sel darah oleh sumsum dengan tempat disesuaikan dengan fungsi organ. Sumsum tulang ada 2 : sumsum tulang merah atau hematogenus dan sumsum tulang kuning. Sumsum tulang merah terdiri stroma, hematopoleticcords dai kapiler-kapiler sinusoid. stroma adalah suatu jaringan kerja 3 dimensi sel-sel retikular dengan sifat fogositik dan suatu jala lembut dari serat-serat retikular yang mengandung sel-sel hematopoletik dan makrofag. Fungsi utama sumsum tulang merah adalah menghasilkan sel-sel darah, penghacuran sel darah merah dan penyimpanan besi yang dihasilkan dari pemecahan haemoglobin. Sel matang adalah sel yang telah berdifferensiasi mencapai tahap dimana sel telah memiliki kemampuan untuk melaksanakan segala fungsi khususnya. Proses pematangan adalah sintesis haemoglobin dan pembentukan sebuah enukleasi, bikonkaf, badan kecil, yaitu eritrosit. Eritropolein  adalah suatu glikoprotein yang dihasilkan di dalam ginjal yang merangsang m RNA untuk globin komponen protein dari molekul haemoglobin.

 

Diferensiasi

Diferensiasi dan nutrisi meliputi pembentukan pro eritroblas, eritroblas basofilik, eritroblas polikromatofilik, retikulosit eritroblas ortokromatofilik dan eritrosit.

Sel pertama yang dikenali dalam seri seri eritroid adalah pro eritroblas.  Pro eritroblas merupakan sel yang besar, dengan kromatin longgar, berikatan dan anak inti yang jelas kelihatan, sitoplasma basofilik.

Eritroblas basofilik dengan sitoplasma basofilik kuat dan suatu nukleus padat yang tidak memperlihatkan nekleolus.

Sisa sel masih mempunyai sejumlah kecil poliribosom yang ketika diberi pewarnaan supra vital, brilliant cresyl blue, beragregasi untuk membentuk suatu jaringan kerja yang berwarna. Sel ini adalah retikulosit.

Pematangan Granulosit

Mieloblas adalah sel imatur yang paling dapat dikenali di dalam seri mieloid. Promielosit ditandai oleh sitoplasma basofiliknya dan granula azurofilik. Granula ini mengandung enzim lisosomal dan mieloperoksidase. Promielosit menghasilkan tiga granulosit, yaitu mielosit neutrofilik, basofilik, dan mielosit eosinofilik menjadi matang dengan pemadatan nukleus lebih lanjut dan sangat meningkatkan kandungan granula spesifiknya. Munculnya sejumlah besar netrofil imatur di dalam darah disebut pergeseran ke kiri dan secara klinis bermakna.

Kinetika Produksi Netrofil.

Kompartemen pembentukan medula dapat dibagi lagi menjadi kompartemen mitotik dan kompartemen pematangan. Kompartemen penyimpanan medula bekerja sebagai sistem dapar, sanggup melepaskan sejumlah besar neutrofil matang bila diperintahkan. Kompartemen sirkulasi terdiri atas neutrofil yang terdapat dalam darah namun tidak beredar. Neutrofil dan granulosit lain memasuki jaringan ikat dengan menerobos taut interselular yang terdapat diantara sel-sel endotelial kapiler dan venula pasca kapiler.

Nutrofilia yaitu peningkatan jumlah neutrofil dalam sirkulasi tidak dengan sendirinya berarti peningkatan produk neutrofil. bentuk imatur seperti sel batang, metamielosit neutrofilik dan bahkan mielosit mungkin tampak dalam peredaran darah.

Pematangan Limfosit dan Monosit

Limfosit dan monosit terutama dibedakan berdasarkan ukuran, struktur kromotin dan adanya anak inti pada sediaan apus, sel Limfosit menjadi matang, kromotinnya makin padat anak inti makin sulit dilihat dan selnya makin kecil.

Limfosit

Limfosit yang bersikulasi terutama berasal dari timus dan organ limfoid perifer. semua sel progenitor limfosit berasal dari sumsum tulang. progenitor sel limfoid pertama yang dapat dikenali ialah limfoblas, sebuah sel besar yang sanggup mengikat 3 H – timidin dan membelah dua atau tiga kali menghasilkan prolimfosit.

Monosit

Monoblas adalah sel progenitor yang dapat dikatakan morfologinya sebenarnya identik dengan mieloblas. Promonosit sebuah sel besar dengan sitoplasma basofil dan sebuah inti besar yang sedikit berlekuk, kromatin jarang, dan anak inti jelas. Promonosit membelah dua kali dalam perjalanan perkembangannya menjadi monosit. Terdapat sejumlah besar retikulum endoplasma kasar. Granula adalah lisosom primer yang tampak sebagai granula azurofilik, halus dalam monosit darah. Leukimia adalah klonprekursor sel darah putih yang ganas. Gejala leukimia adalah akibat pergeseran proliferasi sel inti, dengan tidak disertai pembentukan beberapa jenis sel dan produksi sel jenis lain. Suatu teknik klinik yang bermanfaat untuk mempelajari leukimia dan gangguan sumsum tulang lainnya ialah aspirasi sumusum tulang.

Asal Trombosit

Pada orang dewasa trombosit berasal dari sumsum tulang merah melalui fragmentasi sitoplasma dari megakarriosit.

Megakarioblas

Megakarioblas bergaris tengah 15 -50 mm dan mempunyai inti besar berbentuk lonjong / berbentuk ginjal dengan banyak inti. Inti menjadi poliploid.

Megakariosit

Megakariosit adalah sel raksasa dengan inti berlobus tidak teratur, kromatin kasar dan anak inti tidak terlihat. Sitoplasma penuh terisi mitokondria, mengandung sebuah retikulum endoplasma kasar yang berkembang baik. Membran plasma yang membelah-belah seluruh sitoplasma membentuk membran demarkasi.

Pada beberapa bentuk purpura trombositopenik suatu penyakit dengan jumlah trombosit yang menurun, trombosit tampak terikat pada sitoplasma megakariosit, menandakan adanya gangguan mekanisme pelepasan badan-badan.

 

PUSTAKAAN

Eroschenko, Victor P. Atlas Histologi di Fiore dengan Korelasi Fungsional/ Victor P. Eroschenko: alihbahasa, Jan Tambayong; editor edisi Bahasa Indonesia, Dwi Angraini.-Ed.9- Jakarta: EGC.2003.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s