Sistematika Tumbuhan Cryphogamae (Divisi Bryophyta)

Bryophyta berasal dari bahasa yunani yang berarti “tumbuhan lumut “, pada umumnya lumut berwarna hijau, karena mempunyai sel – sel dengan plastid yang menghasilkan klorofil a dan b, dengan demikian lumut bersifat autotrof. Tubuh lumut dapat dibedakan antara sporofit dan gametofitnya. Ciri – Ciri Tubuh dari Bryophyta yaitu : Sel – sel penyusun tubuhnya telah memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa. Pada semua tumbuhan yang tergolong lumut terdapat persamaan bentuk susunan gametangiumnya (anteredium maupun arkegonium) terutama susunan arkegoniumnya, mempunyai susunan yang khas yang sering kita jumpai pada tumbuhan paku (pteridophyta).

Tinjauan Pustaka Bryophyta

 

Tumbuhan yang termasuk dalam Divisi Bryophyta mempunyai beberapa ciri, antara lain, telah mempunyai lapisan pelindung (kutikula dan gametangia), struktur tubuhnya mempunyai generasi gametofit, sperma diproduksi oleh anteridium dan ovum diproduksi oleh arkegonium. Lumut biasa hidup di tempat-tempat yang lembap dan tidak terkena cahaya matahari, seperti dinding bata basah, tebing, atau di kulit kayu yang lembap. Tumbuhan lumut belum mempunyai batang, daun dan akar yang sebenarnya, tetapi sudah memiliki buluh-buluh halus semacam akar yang disebut rizoid. Selain itu, lumut juga sudah memiliki klorofil (Sulistyorini, 2009).

Lumut belum memiliki berkas pembuluh sejati (jaringan pengangkut air dan makanan tidak dapat dibedakan menjadi xilem dan floem). Organ penyerap hara dan organ fotosintetik dapat dibedakan dengan mudah, namun belum memiliki akar dan daun sejati. Organ penyerap haranya adalah rizoid. Daun terdiri dari beberapa lapis sel yang disebut mikrofil, umumnya tersusun rapat menutupi batang. Lumut tingkat tinggi telah memiliki sel-sel khusus yang mengangkut air yang diserap dari dalam tanah yang menyerupai xylem. Semua lumut bersifat fotoautotrof yaitu memperoleh makanan dengan fotosintesis karena daunnya mempunyai kloroplas yang mengandung klorofil a, klorofil b, dan karotenoid (Budiati, 2009).

Tumbuhan lumut merupakan sekumpulan tumbuhan kecil yang termasuk dalam divisio Bryophyta (dari bahasa Yunani bryum, “lumut”). Tumbuhan ini sudah menunjukkan diferensiasi tegas antara organ penyerap hara dan organ fotosintetik namun belum memiliki akar dan daun sejati. Kelompok tumbuhan ini juga belum memiliki pembuluh sejati. Alih-alih akar, organ penyerap haranya adalah rizoid (harafiah: “serupa akar”). Daun tumbuhan lumut dapat berfotosintesis. Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor, yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini terjadi karena tumbuhan lumut berukuran kecil tetapi membentuk koloni yang dapat menjangkau area yang luas. Jaringan tumbuhan yang mati menjadi sumber hara bagi tumbuhan lumut lain dan tumbuhan yang lainnya (Haspara, 2004).

Lumut memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan tumbuhan lain. Lumut merupakan tumbuhan dengan ukuran relatif kecil, tingginya 2 sampai 50 cm. Tubuhnya tidak memiliki akar, batang, dan daun yang sebenarnya, tetapi mempunyai bagian yang menyerupai akar (rizoid), batang, dan daun. Pada beberapa jenis lumut hati atau lumut tanduk tubuhnya masih berupa talus (lembaran). Rizoid adalah struktur menyerupai rambut atau benang-benang yang berfungsi untuk melekatkan tubuh pada tempat tumbuhnya dan menyerap air serta garam-garam mineral. Rizoid ini terdiri dari satu deret sel yang memanjang, terkadang dengan sekat yang tidak sempurna (Widayati, 2009).

Bryophyta atau tumbuhan lumut merupakan tumbuhan yang tingkat perkembangnya lebih tinggi daripada Thallophyta. Pada umumnya memiliki warna yang benar-benar hijau karena mempunyai sel-sel dengan plastid yang mengandung klorofil a dan b. kebanyakan hidup di darat dan sel-selnya memilki dinding yang terdiri atas selulosa (Campbel, 2001).

 

Contoh Spesies Bryophyta

 

a. Nama Daerah              : Lumut Daun
b. Nama Ilmiah                : Andreaea sp.
c. Gambar dan Klasifikasi

Gambar

Andreaea sp.

Klasifikasi

Kingdom: Plantae

Divisi: Bryophyta

Classis: Musci

Ordo: Andreaeales

Familia: Andreaeaceae

Genus:Andreaea

Species:Andreaea sp.

d. Deskripsi

Andreaea sp. Merupakan tumbuhan lumut daun karena tubuhnya/tallusnya sudah dijumpai daun yang kecil atau disebut mikrofil, mempunyai alat perekat yang berupa rhizoid untuk merekat pada substrat. Substratnya dapat tanah-tanah yang lembab. Daun-daun kecil mikrofil berwarna hijau karena mengandung klorofil-a dan klorofil-b, sehingga dapat melekukan fotosintesis. Masuk dalam bangsa Andreaeaceae, karena protonema berbentuk pita,dengan kapsul spora yang seperti kopyah bayi.Reproduksi secara sporofit dengan pembentukan spora gametofit dengan pembentukan gemet jantan (anteredium) dan gamet betina (arkegonium) terjadi metagenesis. Habitat dari Andreaea sp. Pada tanah-tanah yang lembab, diatas batu-batu cadas, batang-batang pohon.

Pembahasan

Menurut GembongTjitrosoepomo (2011), bryophyta dibagi menjadi dua kelas, yaitu Hepaticae ( lumut hati) Musci (lumut daun).

Andreae sp. Merupakan spesies dari  classis Musci, karena tubuh gametofitnya sudah dapat dibedakan antara batang dan daun meskipun belum mempunyai akar selain rhizoid. Sporofitnya terdiri dari kaki, seta dan kapsul. Bagian seta umumnya panjang, sedang bagian kapsulnya tersusun atas kotak spora dimana di dalamnya terdapat kolumela. Kotak spora mempunyai tutup tetapi tidak semua memiliki tutup kapsul.

Termasukpada family Andreaeales, karena protonemanya berbentuk pita yang bercabang-cabang. Kapsul spora mula-mula diselubungi oleh kaliptra. Jika sudah masak kemudian pecah dengan 4 katup-katup. Kolumela diselubungi oleh jaringan sporogen.

Alat kelaminnya terkumpul diujung cabang-cabangnya. Setanya lebih pendek di banding dengan ordo pada classis Musci lainnya. Lumut ini tumbuh melebar dan pendek. Rosetnya rata (tidak ada perbedaan).

Daunnya berwarna hijau. Termasuk lumut berumah satu, anteridium dan anteridium terdapat pada tempat yang sama. Menempel pada tanah yang lembab.

DAFTAR PUSTAKA

Budiati, Herni. 2009. Biologi: untuk SMA dan MA

Kelas X. Jakarta: Gema         Ilmu.

Campbell. 2001. Biologi jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Haspara. 2004. Biologi. Surakarta: Widya Duta.Tjitrosoepomo, G. 2000. Taksonomi Tumbuhan Schizophyta, Tahhophyta, Bryophyta dan Pterydophyta.Yogyakarta: UGM Press.

Sulistyorini, Ari. 2009. Biologi 1 : Untuk Sekolah menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X. Jakarta : PT. Balai Pustaka.

Tjitrosoepomo, Gembong. 2000. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Widayanti, Nur. 2009.  Sains Biologi. Jakarta :    Yudistira.

Semoga bermanfaat, salam Khayasar!…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s