KELENJAR-KELENJAR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SALURAN CERNA

Kelenjar-kelenjar yang berhubungan dengan saluran cerna adalah :

a.    Kelenjar liur fungsinya adalah :

1)      Membasahi dan melumasi rongga mulut serta isinya.

2)      Memulai pencernaan karhohidrat.

3)      Menhasilkan substansi tertentu seperti I9A, lisosom dan laktoferin.

b.    Pankreas fungsinya adalah :

1)      Menghasilkan enzim-enzim pencernaan yang bekerja diusus kecil dan

2)      Menghasilkan hormon-hormon insulin dan glukagon di dalam aliran darah.

c.    Hati fungsinya adalah :

1)      Menghasilkan empedu, cairan penting untuk pencernaan lemak.

2)      Berperan penting dalam metabolisme lipid, karbohidrat dan protein serta menonaktifkan dan memetabolisme banyak substansi toksik serta obat.

3)      Berpartisipasi dalam metabolisme besi dan pembuatan protein serta faktor-faktor yang diperlukan dalam pembekuan darah.

  1. Kandung empedu fungsinya adalah : Menyerap air dari empedu dan menyimpan empedu dalam bentuk dipekatkan.

 

KELENJAR LIUR

Terdapat 3 pasang kelenjar liur besar

1)    Kelenjar Parotis

Kelenjar parotis adalah kelenjar bercabang. Bagian sekresinya hampir seluruhnya adalah sel serusa. Pada manusia, selain memiliki ciri khas sel serosa, granul sekresi sel ini ini memberi reaksi PAS (Periodis acid schiff) positif, menandakan adanya poliyakarida. Granul sekresi kaya akan protein dan memiliki aktivitas amilase kuat. Simpai jaringan ikatnya mengandung banyak sel plasma dan limfosit. Sel plasma menghasilkan sebuah umurag labur IgA yang bergabung dengan komponen sekrersi, yang dihasilkan oleh sel-sel asinus serosa, daktus interkalaris dan duktus striota.

2)    Kelenjar Submandibular (Submaksilar)

Kelenjar Submandibula adalah kelenjar tuboloasinar bercabang. Sekresinya mengandung sel-sel mukosa dan serusa. Sel serosa mengandung granul sekresi protein yang PAS positif karena adanya unsur karbohidrat. Ada sel-sel yang membentuk demikian  pada kelenjar submandibular dan sub lingual mengandung dan mengeluarkan enzim lisozim yang aktifitas utamanya adalah menhidrolisis dinding bakteri tertentu.

3)    Kelenjar Sublingual

Kelenjar sublingual adalah kelenjar tubuloasinar bercabang dibentuk oleh sel serusa dan mukosa. Akan tetapi, ia tidak mengandung asini yang terdiri atas sel serusa saja. Sel yang terutama dijumpai dalam kelenjar sublingual adalah sel mukosa dan sel serosanya hanya menyusun demilun pada asinus mukosa.

 

Histofisiologi

Fungsi membahasi dan melumasi dari kelenjar liur dilaksanakan oleh air dan gliko protein liur, yang dihasilkan oleh sel mukosa dan sedikit oleh sel serosa kelenjar. Air liur manusia terdiri atas sekret dari kelenjar parotis (25%), kelenjar submandibular (70%) dan kelenjar sublingual (5%).

Fungsi lain kelenjar ini adalah untuk pencernaan karbohidrat. Bagian dari indrolisis kabohirdrat yang ditelan dilaksanakan oleh amilase liur. Pencernaan diawali dan mulut, berlangsung di lambung sebelum gelas lambung mengasamkan makanan yang dapat mengurangi aktivitas amilase.

Rangsangan parasimpais pada kelenjar luar umumnya melalui proses penghidung dan pencapaian makanan, mencetuskan banyak sekali sekret cair dengan relatif sedikit unsur organik. Ransangan saraf simpatis menghasilkan sedikit liur kental, yang kaya materi organik.

 

PANKREAS

Pankreas adalah campuran kelenjar eksokrin dan endokrin yang memproduksi enzim dan hormon pencernaan. Enzim yang diproduksi disimpan dan dilepaskan oleh sel dari bagian eksokrin. Hormonnya disintesis dalam kelompok-kelompok sel-sel dari jaringan endokrin yang dikenal sebagai pulau-pulau langerhans.

Selain air dan ion, pankreas eksokrin menusia mengeluarkan enzim dan proenzim seperti : Tripsinogen, kimotripsinogen, karboksipeptidase, ribonuklease, deoksiribonuklease, triasilgliserol lipase, fasfolipase A2, elastase dan amilase.

Sekresi pankreas terutama dikendalikan oleh 2 hormon skretin dan kolesistokinin (sebelum disebut pankreozimin) yang dihasilkan oleh sel enteroendokrin dan mukosa duedenum.

 

HATI

Hati adalah organ tempat nutrien yang diserap dari saluran cerna diolah dan disimpan untuk dipakai oleh bagian tubuh lain, kecuali kulit hati merupakan organ tubuh terbesar dan merupakan kelenjar tubuh terbesar dengan berat             ± 1,5 kg.

Hati terletak di rongga perut di bawah diafragma. Posisi hati dalam sistem sirkulasi adalah optimal untuk menampung, mengubah dan mengumpulkan metabolit untuk menetralisasi dan mengeluarkan substansi toksik. Pengeluaran ini terjadi melalui empedu, suatu sekret eksokrin dan hati yang penting untuk perencanaan lipid.

 

I.     STRUKTUR

       Stroma

Hati dibungkus oleh simpai lapis jaringan ikat (kapsula Glisson) yang menebal di hilum, tempat vena porta dan arteri hepatika memasuki hati dan duktus hepatikus kiri dan kanan serta tempat keluarnya pembuluh limfe. Pembuluh-pembuluh dan duktus ini dikelilingi oleh jaringan ikat sepanjang jalannya (ahkir dan awal) di daerah portal diantara lobulus hati kalsik. Pada titik ini, jalinan serat retikuler halus terbentuk yang menunjang hepatosit dan sel endofee sinusoid dari lobulus hati.

 

Lobulus Hati

                     Komponen struktural utama dari hati ialah sel hati atau hepatosid sel epitelial ini berkelompok membentuk lempeng-lempeng yang saling berhubungan. Pada sajian mikroskop cahaya tampak adanya satuan-satuan struktural yang disebut lobulus hati klasik. Lobulus hati dibentuk oleh masa jaringan berbentuk poligonal berukuran 0,7 x 2 cm. Tetapi pada daerah lobulus ini dibatasi oleh jaringan ikat yang mengandung duktus biliaris, pembuluh limfe, saraf dan pembuluh darah. Celah portal terdapat pada sudut lobulus dan dihuni oleh triad portae. Hati manusia memiliki 3 – 6 triad protae porlabus, masing-masing mengandung sebuah venue (cabang vena porta), sebuah arterial ( cabang arteri hepatika), satu duktus (bagian dari sistem duktus bilaris) dan pembuluh limfe.

 

Aliran Darah

Hati memperoleh darah dari 2 saluran sumber 80 % dari vena porta yang mengangkut darah rendah O2, kaya nutrien dan visera abdominal dan   20 % dari arteri hepatika, yang memasak darah kaya O2.

a.     Sistem vena porta

Vena porta seringkali bercabang dan menyalurkan venue hanul halus (venul porta) ke triad portal, yang kadang-kadang disebut cabang inter lobular dan bercabang menjadi vena distribusi yang berjalan tepian lobulu. Distribusi vena ceruk halus mencurahkan isinya ke dalam sinusoid yang berjalan radier menuju pusat lobulus untuk membentuk  vena sentralis atau sentralobuler. Pada ujungnya ia meninggalkan lobulus pada basisnya dan menyatu dengan vena sub lobularis secara berangsur-angsur berkonvergensi dan menyatu, membentuk 2 atau lebih vena hepatika besar yang mencurahkan isinya ia dala vena kafa inferior.

 

b.    Sistem arteri

Arteri hepatica bercabang berulang kali dan menghasilkan arteri interlobular. Fungsi utama dari sistem arteri adalah menyalurkan oksigen dalam jumlah yang cukup kecil hati.

Darah mengalir dari tepian ke pusat tobulus klasik hati. Karenanya oksigen dan metabolit juga semua substansi toksik lain yang diserap oleh usus. Pertama-pertama tiba di sel perifer dan kemudian baru sel-sel pusat tobulus. Hal ini untuk menjelaskan mengapa kejadian pada sel-sel perilabulr berbeda dari yang terjadi pada sel-sel  sentrolobular. Tingkah laku mendua dari hepatosit ini untuk sebagian tampak pada sajian patologis perubahan tertentu terutama terjadi atau pusat adalah sel-sel perifer lobulus.

Dasar lain yang dapat dipakai untuk menganalisis kemungkinan satuan fungsional dari strktur hati dapat membayangkan lobulus portal dengan triad portal sebagai pusat dan bagian tepi terdiri atas bagian lobulus hati yang berdekatan. Cara lain membagi hati menjadi lobulus fungsional ialah memandangnya sebagai satuan parenkim hati yang mendapat darahnya dri cabang terminal vena distribusi yang disebut asinus hati. Berdasarkan kedekatannya pada vena distribusi maka sel-sel dalam asinus hati dibagi dalam 3 zone yaitu :

a.    Sel-sel pada zone  I:

Zone yang paling dekat dengan pembuluh dan di pengaruhi oleh atau mengubah darah yang masuk.

b.    Sel-sel pada zone II :

Zone II merupakan zone yang berrespons terhadap darah.

c.    Sel-sel zona III :

Zone yang mendapat darah vena portal yang sebelumnya telah diubah oleh sel-sel zona I dan II.

 

 

 

Hepatosit

                     Sel-sel hati polihedral dengan 6 atau lebih permukaan dan garis tengah lebih kurang 20 – 30 cm. Permukaan setiap sel hati berkontak dengan dinding hati sinusoid melalui celah disse dan dengan permukaan hepatosti lain. Tempat 2 hepatosid sehingga bertemu terbentuk oleh tubular diantaranya yang dikenal sebagai kanalikulus biliaris.

Kanalkuli adalah bagian pertama dari sistem saluran empedu. Membran sel dekat kanalkuli ini disatukan dengan erat oleh taut kedap. Kanakuli biliaris membentuk jaringan-jaringan bersinambungan secara rumit menyusuri lempeng-lempeng pada lobulus hati dan berakhir di daerah kanal portal.

Sel hati seringkali mengandung glikogen yang jumlahnya sesuai dengan irama diurnal dan bergantung juga pada keadaa gizi suatu hewan. Glikogen hati adalah cadangan bagi glukosa dan dimobilisasi jika kadar gula darah jatuh kebawah normal oleh karena itu hepatosit merupakan salah satu sumber utama bagi tubuh dapat mempertahankan kadar tetap glukosa darah.

 

1)    FUNGSI

              a.    Sintesis protein

Selain membuat protein bagi selnya sendiri, sel hati menghasilkan berbagai protein plasma untuk keperluan di luar yaitu albumin, protrombin, fibrinogen, dan lipoprotein. Protein ini dibuat pada polison yang melekat pada nefikulum endoplasma kasar.

b.    Sekresi empedu

Produksi empedu adalah fungsi eksokrin dalam arti bahwa hepatosit meningkatkan pemasukan, transformasi dan ekskresi komponen darah ke dalam kanalkuli biliarsi. Empedu memiliki beberapa komponen penting lain selain air dan elektrolit : asam empedu, flosfolipid, kolesterol dan bilirubin.

 

 

c.    Penyimpanan metabolit

Lipid dan karbohidrat disimpan dalam hati dalam bentuk trigliserida dan glikogen. Kapasitas untuk menyimpan metabolit energi ini penting karena memasak tubuh dengan energi diantara waktu makan. Hal itu juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan utama bagi vitamin terutama vitamin A.

d.    Fungsi metabolik

Hepatosit berfungsi mengkonversikan lipid dan asam amino menjadi glikosa dengan memakai proses enzimatik rumit yang disebut glikonergenesis. Ia juga menjadi tempat utama terjadinya deaminasi dari asam amino menghasilkan urea.

e.    Detoksifikasi dan inaktivasi

Berbagai obat dan substansi dapat dinonaktifkan oleh oksidasi, metilasi, atau konjungsi. Enzim yang berperan dalam proses ini terutama terhadap dalam retikulum endoplasma licin. Glukuromitransferase, suatu enzim yang mengkonjungsi asam glukoral pada bilirubin juga menyebabkan konjugasi beberapa senyawa lain seperti steroid, berbiturat, antihistamin dan anti konvulsi.

f.     Regenerasi hati

Meskipun merupakan organ yang sel-selnya diperbaruhi secara lambat, hati memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa. Hilangnya jaringan hati akibat tindakan bedah atau oleh kerja substansi toksik menimbulkan mekanisme yang merangsang sel-sel hati membelah sampai massa jaringan aslinya putih kembali.

Jaringan hati yang digenerasi umumnya serupa dengan jaringan yang hilang, tetapi juga kerusakan itu terjadi berulang-ulang atau terus-menerus maka terbentuk banyak jaringan ikat bersama regenerasi sel mati. Kelebihan jaringan ikat berakibat kacaunya struktur hati sirosis

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s