Cara Membawa Serangga untuk diawetkan

Ada banyak cara membawa setangga yang aka diawetkan, demi keselamatan koleksi kita yang sudah dengan susah payah kita cari di lapangan. Untuk serangga berbadan lunak dapat digunakan alkool 70% – 80% atau ditambah dengan metil spiritus.

Untuk larva ulat, dapat digunakan campuran yang terdiri atas 1 bagian korosin, 7 – 10 bagian alkohol, 2 bagian asam asetat glasial, dapat bertahan selama 24 jam. Untuk laba-laba (arthropoda tingkat tinggi) dapat digunakan campuran asam asetat glasial 5%, liserin 5% dan alkohol 80% atau 90%.

Cara pengawetan basah di atas harus memakai tempat koleksi yang tertutup rapat. Etiket atau label yang berisi catatan dimasukkan ke dalam botol atau ditempelkan di luar dengan tulisan yang menggunakan tinta tahan air.

Untuk kupu-kupu, sesudah dibunuh lalu diambil dan dimasukkan ke dalam amplom papilot dengan sayap di atas. Setelah itu dikerjakan di atas papan perentang.

Kotak koleksi perlu diberi thymol anti jamur, baygon anti serangga lainnya, silik gel untuk menyerap uap air dan serbukk belerang untuk serangga perusak lainnya.

 

PUSTAKAAN

Handikastowo, dan Simanjuntak, Roni Hendrik.1996.Mengumpulkan dan Mengawetkan Serangga.Jakarta: PT Bhratara Niaga Media.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s