Minyak Atsiri dari Genus Citrus

Di atas tanah yang subur dan dengan iklim panas dan lembab seperti misalnya di daerah tropis. Di daerah beriklim sedang, pohon sitrus ini tumbuh lebih lamban dan kurang subur, karena hawa dingin akan menghambat aktivitas biologis tanaman. Dengan alasan ini, maka kandungan zat parfum  dan flavor (atau kandungan minyak atsiri dalam daun, bunga dan buah) lebih tinggi pada pohon yang tumbuh di daerah beriklim sedang dibandingkan dengan pohon sitrus di daerah tropis. Keadaan yang sama juga terjadi di dataran tinggi bahwa dingin di negara-negara tropis, namun seringnya turun hujan dan kelembapan tinggi dapat mengakibatkan timbulnya penyakit tanaman.

Minyak atsiri hasil pengepresan dari bagian kulit buah sitrus atau hasil destilasi dari bunga dan daun memegang peranan penting sebagai flavoring agent untuk berbagai minuman beralkohol dan nonalkohol, roti panggang, kembang gula, puding, gelatin dessert, permen karet, dan bahan obat-obatan. Minyak atsiri ini juga digunakan dalam parfum, toilet water, kosmetik dan sebagai bahan pewangi sabun Hampir seluruh industri makanan, minuman, sabun, kosmetik, dan parfum menggunakan sedikit minyak sitrus sebagai pengharum. Karenanya produksi dan konsumsi minyak ini telah mencapai volume yang cukup besar.

Minyak atsiri yang diekstraksi dari buah sitrus memegang peranan penting dalam flavoring berbagai jenis minuman (beverage), kembang gula, dan hasil panganan. Minyak ini digunakan juga di dalam formula parfum, kosmetik, dan untuk bahan pewangi sabun.

Pektin, Makanan Ternak Sapi dan Molases. Daging buah sitrus yang dihasilkan setelah sari buah diekstraksi, masih mengandung minyak atsiri dan asam sitrat, dan nutrien dengan nilai cerna cukup tinggi. Saat sekarang, zat bergizi tersebut diekstraksi dari daging buah. Setelah pemisahan minyak atsiri, ampas kulit direndam dalam larutan kapur, dan pektin akan mengalami gelatinisasi. Pektin ini digunakan dalam berbagai bahan pangan, jelli, dan dalam kosmetik serta industri farmasi. Setelah isolasi pektin, daging buah dipres pada tekanan tinggi da antara dua buah silinder, sehingga air terpisah. Selanjutnya kulit dirajang, didehidrasi, kemudian dimuat dalam karung dan dijual sebagai makanan ternak sapi. Cairan mengandung air, yang mengandung beberapa persen gula, dipompakan ke dalam evaporator dan dipekatkan sehingga diperoleh produk molasese. Sebagian minyak yang tertinggal dalam kulit setelah melalui pres dingin dapat diisolasi dengan cara penyulingan, tetapi minyak ini berbau tidak enak dan tidak dapat digunakan sebagai bahan flavor. Namun minyak ini dapat digunakan untuk tujuan teknis, misalnya sebagai thinner di dalam cat dan lacquer, yang dapat menggantikan fungsi turpentin. Minyak hasil sulingan ini diproduksi dalam jumlah besar, terutama di Florida. Suatu produk yang juga dikenal dengan nama stripper oil  merupakan campuran minyak hasil sulingan dari buah jeruk dan minyak buah anggur.

 

PUSTAKAAN

Guenther, Ernest.1990.Minyak Atsiri Jilid III A.Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s