Burung Hantu

NAMA SPESIES

Nama Lokal    : Burung Hantu

Nama Latin     : Ketupa ketupu

GAMBAR (FOTO)

Burung Hantu (Ketupa ketupu) kecil

KLASIFIKASI

Kingdom         : Animalia

Phylum            : Chordata

Classis             : Aves

Subclassis        : Neornithes

Superordo       : Neognathae

Ordo                : Strigiformes

Famili              : Strigidae

Genus              : Ketupa

Spesies            : Ketupa ketupu

DESKRIPSI

1. Habitat

Burung hantu (Ketupa ketupu) merupakan hewan nokturnal, lebih menyukai daerah terbuka di luar hutan, lahan perhutanan, pekarangan,sawah atau pinggiran sungai. Umumnya membuat sarang di atas sarang dan di atas ranting pohon yang tinggi serta jauh dari pemukiman penduduk.

2. Morfologi

Burung hantu (Ketupa ketupu) memiliki bulu yang lengkap dan paruh pendek. Sayapnya panjang dan memiliki tipe jari terangkat dengan cakar runcing. Dilihat dari bentuk kakinya, termasuk burung bertengger passerine. Spesies ini mempunyai ekor pendek.

3. Ciri Spesifik

Burung hantu (Ketupa ketupu) mempunyai mata berwarna kuning terang sangat besar untuk ukuran burung dan mengarh ke depan. Burung hantu (Ketupa ketupu) mempunyai mata besar dan menghadap ke depan, tak seperti umumnya jenis burung lain yang matanya menghadap ke samping. Bersama paruh yang bengkok tajam seperti paruh elang dan susunan bulu di kepala yang membentuk lingkaran wajah, tampilan “wajah” burung hantu ini demikian mengesankan dan terkadang menyeramkan. Apalagi leher burung ini demikian lentur sehingga wajahnya dapat berputar 180 derajat ke belakang. Ekor burung hantu (Ketupa ketupu) umumnya pendek, tapi sayapnya besar dan lebar. Rentang sayapnya mencapai sekitar tiga kali panjang tubuhnya.

4. Jenis Makanan

Burung hantu (Ketupa ketupu) termasuk burung karnivora. Burung hantu (Ketupa ketupu) mencari makanan pada malam hari makanannya adalah serangga, kodok dan tikus.

5. Perkembangbiakan

Burung hantu (Ketupa ketupu) berkembangbiak dengan cara bertelur atau ovipar.

6. Perilaku

Dipadukan dengan perilakunya yang kerap mematung dan tidak banyak bergerak, menjadikan burung ini tidak mudah kelihatan. Begitu pun ketika tidur di siang hari di bawah lindungan daun-daun. Pada tengah malam hari, tidak henti-hentinya mengeluarkan pekikan dari dalam liang dan mengeluarkan pekikan sambil terbang mengelilingi sarang. Selain itu, harus harus mempertahankan wilayah serangan saingannya.

Semoga bermanfaat, Salam Khayasar!….

One thought on “Burung Hantu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s