Kijang

NAMA SPESIES

Nama Lokal    : Kijang

Nama Latin     : Muntiacus muntjak

GAMBAR (FOTO)

Kijang (Muntiacus muntjak) kecil

KLASIFIKASI

Kingdom         : Animalia

Phylum            : Chordata

Subphylum      : Vertebrata

Classis             : Mammalia

Ordo                : Artiodactyla

Subordo          : Ruminantia

Famili              : Cervidae

Subfamili         : Muntiacinae

Genus              : Muntiacus

Spesies            : Muntiacus muntjak

DESKRIPSI

1. Habitat

Kijang (Muntiacus muntjak) habitatnya di hutan tropika hingga mencapai ketinggian 2000 m dari permukaan laut. Di wilayah India, Indonesia ke timur sampai Jawa, dijumpai di Cina sampai Taiwan.

2. Morfologi

Kijang (Muntiacus muntjak) mempunyai ukuran tubuh yang proporsional karena antara ekstremitas dengan bagian tubuh yang lain ukuran tubuhnya seimbang. Mamiliki pola warna tubuh bagian ventral berwarna coklat muda dan bagian dorsal coklat. Glandula mammalia terletak pada daerah pelvis. Tipe giginya lophodont karena termasuk hewan herbivora.

3. Ciri Spesifik

Kijang (Muntiacus muntjak) tubuhnya kecil, jika bergerak terdengar secara derak-derak yang ditimbulkan oleh giginya. Kijang (Muntiacus muntjak) jantan memiliki tanduk pendekyang dapat tumbuh bila patah. Tubuh bagian atas berwarna cokelat kemerahan kadang lebih gelap disepanjang garis punggungnya. Sedangkan, bagian bawah berwarna cokelat muda dan sering bercorak abu-abu. Panjang kijang (Muntiacus muntjak) dari moncong sampai ekor mencapai 98-111 cm (dewasa). Tinggi bahu lebih dari 50 cm panjang rongga tanduk 73-130 cm panjang pedisel 69-149 cm, beratnya umumnya 20 kg, bertubuh kecil dan ramping. Rata-rata umurnya bisa mencapai 16 tahun.

4. Jenis Makanan

Kijang (Muntiacus muntjak) termasuk herbivora. Jenis makanannya yaitu jenis rumput yang daunnya masih muda, daunan muda dan biji-bijian.

5. Perkembangbiakan

Kijang (Muntiacus muntjak) berkembangbiak dengan cara melahirkan atau beranak. Kijang (Muntiacus muntjak) dapat melahirkan sepanjang tahun dengan usia kehamilan berkisar 6-7 bulan dan melahirkan 1-2 ekor dengan berat ± 1 kg. Spesies ini tidak mengenal musim kawin, dapat kawin kapan saja. Namun, perilaku musim kawin muncul jika kijang (Muntiacus muntjak) dibawa ke daerah beriklim sedang.

6. Perilaku

Kijang (Muntiacus muntjak) jika berlari akan nampak merunduk dan menggaruk kukunya di atas permukaan tanah. Mereka juga menandai pohon dengan menggaruk batangnya dengan menggunakan tanduknya dan gigi seri bagian bawah. Hewan ini aktif pada malam hari, tetapi dapat juga sepanjang hari pada habitat yang tidak terganggu.

Semoga bermanfaat, Salam Khayasar!….

One thought on “Kijang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s