Kayu Manis (Cinnamomum burmannii (Ness.) Bl) Sebagai Tanaman Obat

Kayu manis merupakan tanaman yang seluruh bagian batang atau kulit batangnya dapat digunakan sebagai obat.

 

Kayu Manis (Cinnamomum burmannii (Ness.) Bl)
Kayu Manis (Cinnamomum burmannii (Ness.) Bl)

 

Klasifikasi Tanaman

Kingdom         : Plantae

Divisio             : Spermathophyta

Sub divisio      : Angiospermae

Classis             : Dicotyledonae

Ordo                : Ranales

Familia            : Lauraceae

Genus              : Cinnamomum

Spesies            : Cinnamomum burmannii (Ness.) Bl

 

Nama

  • Daerah :

Sumatera             : holim, holim manis, padang kulik manih, kayu manis, kanigar, modang siak-siak.

Jawa                   : huru mentek, ki amis, manis jangan, kanyegar

Nusatenggara      : kasingar, kecingar, cingar, onte, kuninggu, puundinga

  • Asing : cinnamon tree, kaneelkassia, yin xiang pi (Cina)

 

Deskripsi Tanaman

Tinggi tanaman kayu manis berkisar antara 5 – 15 m, kulit pohon berwarna abu-abu tua berbau khas, kayunya berwarna merah coklat muda. Daun tunggal, kaku seperti kulit, letak berseling, panjang tangkai daun 0,5 – 1,5 cm, dengan 3 buah tulang daun yang tumbuh melengkung. Bentuk daun elips memanjang, panjang 4 – 14 cm, lebar 1,5 – 6 cm, ujung runcing, tepi rata, permukaan atas licin warnanya hijau, permukaan bawah bertepung warnyanya keabu-abuan. Daun muda berwarna merah pucat. Bunganya berkelamin dua atau bunga sempurna dengan warna kuning. Ukurannya kecil. Kelopak bunga berjumlah 6 helai dalam dua rangkaian. Bunga ini tidak bertajuk bunga. Benang sarinya besrjumlah 12 helai yang terangkai dalam empat kelompok, kotak sarinya beruang empat. Persariann berlangsung dengan bantuan serangga. Buahnya buah buni berbiji satu dan berdaging. Bentuknya bulat memanjang. Warna buah muda hijau tua dan buah tua ungu tua. Panjang buah sekitar 1,3 – 1,6 cm, dan diameter 0,35 – 0,75 cm. Panjang biji 0,84 – 1,32 cm dan diameter 0,59 – ,68 cm.

 

Syarat Tumbuh

Ketinggian tempat penanaman kayu manis dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman serta kualitas kulit seperti ketebalan dan aroma. Kayu manis dapat tumbuh pada ketinggian hingga 2.000 m dpl. Cinnamomum burmannii akan berproduksi baik bila ditanam di daerah dengan ketinggian 500 – 1.500 m dpl. Kayu manis menghendaki hujan yang merata sepanjang tahun dengan jumlah cukup, sekitar 2.000 – 2.500 mm/tahun. Curah hujan yang terlalu tinggi akan mengakibatkan hasil panen rendemennya terlalu rendah. Daerah penanaman sebaiknya bersuhu rata-rata 25°C dengan batas maksimum 27°C dan minimum 18°C. Kelembaban yang diinginkan 70 – 90 %, semakin tinggi kelembabannya maka semakin baik pertumbuhannya. Sinar matahari yang dibutuhkan tanaman 40 – 70%. Kayu manis akan tumbuh baik pada tanah lempung berpasir, banyak humus, remah, kaya bahan organik dan berdrainase baik. pH tanah yang sesuai 5,0 – 6,5.

 

Kandungan Kimia

Kayu manis mengandung minyak atsiri, eugenol, safrole, cinnamaldehyde, tannin, kaqlsium oksalat, damar, zat penyamak.

 

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian

Kayu manis memiliki efek farmakologis sebagai berikut peluruh kentut (karminatif), peluruh keringat (diaforetik), antirematik, meningkatkan nafsu makan (stomakik), menghilangkan sakit (analgetik). Sifat kimiawinya pedas, sedikit manis, hangat dan wangi.

 

Khasiat dan Cara Pemakaian

1.      Batuk

Bahan :

Kulit kayu manis 2 jari, daun sirih 3 lembar, cengkeh 3 buah, gula batu secukupnya. Pemakaian :

Semua bahan digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum (Wijayakusuma, dkk, 1994).

2.      Tekanan darah tinggi

Bahan :

Kulit kayu manis 1 jari, asam trengguli 2 jari, cekur 1 ½ jari, daun sena ¼ genggam, daun saga manis ¼ genggam, daun kaki kuda ¼ genggam, gula enau 3 jari.

Pemakaian :

Semua bahan dicuci kemudian dipotong-potong seperlunya, digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 3 kali sehari ¾ gelas (Wijayakusuma, dkk, 1994).

3.      Asam urat

Bahan :

Kayu manis 1 jari, biji pala 5 g, kapulaga 5 butir, cengkeh 5 butir, ubi jalar merah 200 g, merica 10 butir, jahe merah 15 g, susu cair 200 cc.

Pemakaian :

Semua bahan kecuali susu direbus dengan 1.500 cc air sampai tersisa 500 cc. Kemudian disaring dan ditambahkan susu untuk diminum.

4.      Diare

Bahan :

Kayu manis 5 g, daun jambu biji 5 lembar.

Pemakaian :

Kayu manis dan daun jambu biji direbus dengan 600 cc air dan biarkan hingga tersisa 300 cc. Air yang telah disaring ditambah gula secukupnya, kemudian diminum dua kali sehari 150 cc.

 

PUSTAKAAN

 

Wijayakusuma, H. 1994. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia Jilid 1. Pustaka Kartini. Jakarta. 122 hlm.

 

Wijayakusuma, H., S. Dalimartha, dan A.S. Wirian. 1994. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia Jilid 3. Pustaka Kartini. Jakarta. 143 hlm.

 

Semoga bermanfaat, Salam Khayasar!….

2 thoughts on “Kayu Manis (Cinnamomum burmannii (Ness.) Bl) Sebagai Tanaman Obat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s